Fri,24 November 2017


Siswa SD Hingga Perguruan Tinggi Kurang Mampu Se-Kabupaten Sumedang Dapatkan Santunan Dari Baznas

Indofakta 2017-08-02 13:43:46 Edukasi
Siswa SD Hingga Perguruan Tinggi Kurang Mampu Se-Kabupaten Sumedang Dapatkan Santunan Dari Baznas

SUMEDANG - Sebagai bentuk program pemberdayaan zakat di bidang pendidikan, Baznas Kab. Sumedang  memberikan santunan kepada 700 orang siswa dan siswi jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan perguruan tinggi yang kurang mampu Se-Kabupaten Sumedang. Total santunan yang diberikan pada kegiatan tersebut sebesar Rp. 500.000.000,- dan secara simbolis pemberian santunan diberikan secara langsung oleh Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan di Gedung Islamic centre, Rabu (2/8).

Hadir pada kegiatan tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten Sumedang, perwakilan anggota DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, kepala kantor Kementerian Agama, ketua Baznas Kab. Sumedang, serta unsur terkait lainnya.
Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, pada kesempatan tersebut selain diberikan santunan kepada siswa/i, diberikan pula bantuan makanan untuk 100 orang kaum dhuafa.

Diungkapkan Ketua Baznas Kab. Sumedang, H. Ali Bajri kegiatan tersebut merupakan salah satu program Baznas dalam rangka mewujudkan program Rumah Cerdas Baznas. Dikatakan Ali, Rumah Cerdas Baznas merupakan bentuk program pemberdayaan zakat, dimana pada pelaksanaanya kali ini adalah dengan menyalurkan santunan kepada anak didik yang kurang mampu. “Kegiatan pemberian santunan ini sekaligus sarana bagi kita semua untuk berkumpul, serta membangun masyarakat Sumedang melalui pendidikan, mudah-mudahan santunan ini dapat memberikan manfaat dan membantu kesulitan masyarakat yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan biaya pendidikan bagi peserta didik ’’ungkap Ali.

Dikatakan Ali lebih lanjut, pembangunan nasional dalam bidang pendidikan memiliki tujuan untuk mencerdaskan  kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa, serta berahlaq mulia. Ali menambahkan, tujuan tersebut menjadi sebuah tantangan untuk seluruh lapisan masyarakat manakala dihadapkan dengan kondisi faktual, yaitu tidak semua masyarakat memiliki tingkatan kemampuan untuk memperoleh kesetaraan pendidikan.

“Bagi masyarakat yang kurang mampu, jangankan untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas, untuk sekedar dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah demikian sulit. Kondisi memprihatinkan tersebut tentunya perlu mendapat perhatian dari semua pihak, mengingat masa depan pembangunan sangat ditentukan oleh intelektualitas dari generasi muda yang dihasilkan oleh dunia pendidikan,”ujar Ali.

“Untuk kedepannya, Insha Allah kita akan memberikan alat-alat sekolah yang diperuntukan bagi pelajar se-Kabupaten Sumedang. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini, akan berpengaruh sebagai pertanggungjawaban Baznas kepada para muzzaki yang telah menitipkan zakat, infaq serta sodaqohnya. Dan tahun ini, hasil zakat, infaq dan sodaqoh yang diterima oleh Baznas semakin meningkat,”imbuh Ali.

Sementara itu Bupati Eka Setiawan dalam sambutannya mengatakan dengan mendirikan  Rumah Cerdas Baznas, diharapkan dapat mempermudah para donatur yang ingin mendonasikan bantuan atau zakat kepada anak-anak kurang mampu, sehingga menurut Eka, hal tersebut dapat memberikan harapan untuk terus menggali kemampuan dan potensi diri anak didik. “Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan disegala bidang, sehingga penyelenggaran pendidikan menjadi upaya mewujudkan melahirkan generasi-generasi  muda yang cerdas serta agamis,”ujar Eka.

“ Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengapresiasi Baznas yang selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk yang terus menerus menyalurkan dana dari masyarakat untuk masyarakat yang kurang mampu. Semoga, Rumah Cerdas Baznas mampu memberikan peran nyata bagi terwujudnya kualitas pendidikan masyarakat sehingga dapat menciptakan daya dukung bagi pembangunan di Kabupaten Sumedang, ’’tutup Eka.

Pada kesempatan tersebut, salah satu anak didik yang mendapatkan santunan adalah Mohamad Rusli (13Tahun)  siswa kelas VII MTs Khoirul Usroh – Kelurahan Talun. Dimana anak tersebut merupakan anak kurang mampu yang berprofesi sebagai pemulung serta tinggal di komplek pemakaman nalegong. (Hms/Sgt)

Berita Terkait