Sat,23 September 2017


Asian Conference on Clinical Pharmacy Terkait Praktik Farmasi Klinis

Indofakta 2017-07-29 10:06:24 Nasional
Asian Conference on Clinical Pharmacy Terkait Praktik Farmasi Klinis

YOGYAKARTA  - Di Yogyakarta berlangsung konferensi “The 17 th Asian Conference on Clinical Pharmacy” (ACCP). Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 23-31 Juli 2017 dan diikuti 1.500 orang peserta ini, dibuka Dra Maura Linda Sitanggang, Apt, Ph.D, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, mewakili Menteri Kesehatan RI.

Di sela-sela pameran industri farmasi, Maura Linda Sitanggang, mengatakan, kegiatan ini menjadi peluang bagi para pelaku industri farmasi dan penyedia bahan baku obat di Indonesia untuk menjangkau pasar Asia. “Juga membuka peluang mengembangkan jaringan profesional bagi para ahli dalam pengembangan obat dan spesialis lain dalam bisnis farmasi,” kata perempuan yang akrab disapa Christi ini.

Para farmasis klinik menghadiri pertemuan ini untuk berbagi pengalaman mereka dalam praktik farmasi klinik dan transfer ilmu pengetahuan. Peserta yang terdiri dari farmasis praktisi, akademisi dan peneliti berasal dari 10 negara: Jepang, Cina, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, Singapura dan Iran mengikuti gala dinner pada tanggal 29 Juli 2017 di plataran Brahma, terletak di sebelah Candi Prambanan yang megah itu.

Kegiatan itu diselenggarakan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia, dibantu Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Atas nama anggota Dewan ACCP Indonesia, Dr Suharjono, MS, Apt, menyambut peserta Konferensi Asia Apotek Klinis ke-17. The Asian Conference on Clinical Pharmacy telah diselenggarakan setiap tahun sejak 1979 di Alabama, USA “Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk merayakan 20 tahun ACCP di tahun 2017 dan ini merupakan acara yang sangat baik di Indonesia, di mana ini akan menjadi kali kedua bagi ACCP yang diadakan di Indonesia,” terang Suharjono selaku ketua panitia, Sabtu (29/7/2017).

Menurut Kepala Bagian Magister Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, kegiatan itu akan menjadikan perjalanan pengetahuan yang benar-benar mengasyikkan bagi semua delegasi. “Mengingat globalisasi dan tantangannya, kami telah menyusun program ilmiah yang mencakup topik terkini dan mendesak yang terkait dengan praktik farmasi klinis,” papar Suharjono lagi.

Konferensi dengan tema “Kesatuan dalam Keanekaragaman dan Standardisasi Layanan Farmasi Klinis” diawali dengan lokakarya pra-konferensi pada tanggal 27 Juli 2017 untuk memajukan ketrampilan praktis dan wawasan mendalam bagi peserta terhadap pengetahuan khusus. Tema itu dipilih dengan pertimbangan adanya perbedaan dalam perkembangan dan implementasi pelayanan farmasi klinis di setiap negara. “Perbedaan itu memberikan dampak terhadap dunia pendidikan dan penelitian,” kata Suharjono.

Selanjutnya, lebih banyak peluang untuk pertukaran gagasan ilmiah melalui intisari, sesi pleno, simposium, presentasi lisan dan poster selama konferensi. Dan semua delegasi dapat belajar, berbagi dan menjalin jaringan dengan apoteker dari seluruh penjuru negara. “Sehingga membuka kesempatan untuk memulai program pertukaran staf atau siswa di antara para delegasi,” tandas Suharjono. 

Di akhir konferensi, delegasi mengikuti kunjungan ke kampus yang ada fakultas farmasi dan rumah sakit. Sambil menikmati beragam fitur dari berbagai program ilmiah, Ketua ACCP ke-17 Dr Suharjono, MS, Apt berharap kepada peserta untuk menikmati keindahan alam Indonesia, menjelajahi budaya tradisional dan berbagai makanan tradisional.

The Asian Conference on Clinical Pharmacy telah diselenggarakan setiap tahun sejak 1979 di Alabama, USA. Visinya akan menjadi kekuatan terkemuka di Asia dalam memulai dan mempromosikan praktik farmasi klinik, pendidikan dan penelitian – dengan mengadakan konferensi tahunan yang dirancang untuk mempromosikan konsep farmasi klinik – serta menawarkan tempat untuk penyebaran dan pertukaran pengetahuan baru dan ide-ide dalam area praktik, pendidikan dan penelitian di Asia.

Adapun tujuan konferensi itu untuk mendorong pengembangan kepemimpinan dan advokasi farmasi klinis di Asia. Juga mencari partisipasi praktisi pendidik, peneliti, ilmuwan, administrator dan mahasiswa yang berkomitmen untuk keunggulan dalam farmasi klinis di Asia. Selain itu, mempromosikan praktik interdisipliner, pendidikan, dan model penelitian di Asia. Tak kalah pentingnya, mempromosikan pembentukan program farmasi klinis yang kuat di perguruan tinggi farmasi di Asia, mendorong metodologi pengajaran berbasis masalah pembelajaran berdasarkan kasus pembelajaran dan konsep pembelajaran aktif lainnya dalam pendidikan farmasi di Asia. (Affan)

 

Berita Terkait