Fri,24 November 2017


Wakasek SMAN 27 Bandung membantah tuduhan ada Pungutan Liar

Indofakta 2017-07-28 21:06:09 Edukasi
Wakasek SMAN 27 Bandung membantah tuduhan ada Pungutan Liar

BANDUNG – Wakil Kepala Sekolah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 27 Bandung, Sarip Rustandi, membantah tuduhan adanya tuduhan pungutan liar yang terjadi di SMAN 27 bandung. Bahkan untuk sekolah di sma negeri 27 siswa digratiskan.

“Tidak benar kalau disekolah kami SMAN 27 Bandung ini ada pungutan liar, bahkan untuk sekolah disini itu gratis,” Jelas Wakasek Kesiswaan SMAN 27 Bandung, Sarip Rustandi, saat ditemui diruanganya, Jumat, (28/7/17).

Sarip juga mengklarifikasi menganai  uang yang dipungut dari 79 siswa sejumlah  Rp 194.600.000, namun yang terkumpul baru berjumlah 12 juta, dikarena sebagian orang tua yang ingin anaknya masuk di SMAN 27 bandung merupakan orang yang kurang mampu.
“jadi kita juga perlu klarifikasi soal jumlah sebanyak Rp 194.600.000, yang benar adalah 12 juta yang baru terkumpul, karena sebagian orang tua yang ingin anaknya masuk di SMAN 27 bandung ini merupakan orang tua yang kurang mampu,” pungkasnya.

Wakil Kepala Sekolah Sekolah Menengah Negeri 27 Kota Bandung mengklaim telah menjalankan pendaftaran Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Wakil kepala sekolah SMAN 27 Kota Bandung ini mengklaim telah menjalankan pendaftaran Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) sesuai dengan peraturan yang berlaku, bidang kesiswaan Sarip Rustandi menjelaskan, jalur PPDB ada dua akademis dan non akademis.


Setelah pendaftaran masuk sekolah negeri tersebut ditutup, ternyata ada banyak warga di wilayah Gedebage yang menginginkan masuk ke SMAN 27. "Kami sudah menolak, karena kan pendaftarannya sudah ditutup," ungkap Sarip di Gedung SMAN 27, pungkas Sarip.

Sarip menjelaskan warga yang tidak bisa memasukkan anak - anaknya ke SMAN tersebut, lalu mendatangi kecamatan Gede Bage untuk meminta bantuan.


Setelah dilakukan rapat musyawarah PPDB jalur aspirasi SMAN 27 Bandung tahun ajaran 2017/2018, di aula rapat SMA Negeri 27 pada Sabtu 25 Juli 2017 lalu, dihasilkan keputusan calon peserta didik baru yang tidak lolos seleksi dan memang belum mendaftar disekolah lain dapat diterima di SMA Negeri 27 dengan menambah rombongan belajar.


"Karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di SMA ini, maka orang tua murid yang anaknya bisa diterima melalui jalur ini, bersedia untuk mengadakan bangunan ruang kelas baru untuk kebutuhan kelas, membantu sekolah dalam pembiayaan operasional sekolah dan mendukung program pembangunan sekolah," jelasnya.


Sarip menerangkan ada 79 murid yang masuk saat itu, namun pada prakteknya tidak semua murid membayar karena, sebagian murid menggunakan SKTM.


"Untuk ruangan belajar mereka, digunakan ruangan guru yang dibagi menjadi dua kelas. Jadi total kita akhirnya punya 10 ruangan kelas, materi pembelajaran dan pendidikan juga kita berikan sama tidak dibeda - bedakan," terangnya.


Saat ditanya, apakah keputusan penerimaan siswa melalui jalur aspirasi tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi maupun Dinas Pendidikan, Sarip menegaskan Kecamatan yang mengurus proses pngajuannya.


"Katanya mereka (Kecamatan), yang sudah mengajukan tapi saya ga tau kapan," tegasnya.


Selanjutnya Sarip menuturkan, hingga saat ini Kepala Sekolah SMAN 27 Kota Bandung yaitu NK tengah menghadap Inspektorat Provinsi, tidak ada penahanan terhadap dirinya.


"Pa Kepsek, dalam keadaan sehat wal afiat, tidak ada pemeriksaan apapun," tuturnya.


Sebelumnya, dikabarkan kepala sekolah SMAN 27 Bandung, NK terjaring dalam OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli, atas dugaan pungutan liar pada Kamis 27 Juli 2017.


Hingga saat ini, Tim gabungan Saber Pungli masih mengumpulkan bukti - bukti terkait dugaan pungutan liar di lingkungan SMAN 27 Kota Bandung

(saifal)

Berita Terkait