Sun,19 November 2017


Anak aneh, Tiap hari makan kertas Rokok

Indofakta 2017-01-26 17:06:54 Kesehatan
Anak aneh, Tiap hari makan kertas Rokok
TASIKMALAYA - Seorang Balita usia Dda tahun di Tasikmalaya, Jawa Barat miliki kebiasaan aneh yang sangat tidak lazim, sejak lima bulan terakhir, Bocah ini kerap memakan kertas rokok untuk melinting tembakau.

Anda penyuka daun tembakau pasti mengenali kertas putih berukuran mini yang satu ini. Namanya kertas rokok (aper cigarret) yang biasa digunakan melinting tembakau untuk perokok.

Namun, tidak bagi Ridan Mulyadi seorang bocah asal Kampung Kiangronyok, Puspahiang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kertas rokok ini justru dikonsumsinya hampir setiap hari sejak lima bulan terakhir.

Anak pasangan Karmili dan Nurliawati ini mampu menghabiskan satu bungkus kertas rokok setiap harinya. Lembaran kertas rokok dilipatnya dengan telaten sebelum dikunyah, layaknya mengkonsumsi jajanan, Untungnya, sebagian besar kertas rokok diludahkan kembali setelah beberapa saat dikunyah.

Karmili,Ayah kandung korban aneh mengatakan saat di tanya h wartawan Kamis(26/01/2017), kurang lebih lima bulan anaknya punya kebiasaan aneh makan kertas roko. Setiap hari dia minta. " Kalau gak dikasih pahpir  ngadat ngamuk.  Udah lima bulanan  begitu. Mencegahnya yah diuumpetin supaya gak kelihatan anak saya ...tapi kalau lagi pengen nyari sampai ngeraba kedalam saku " ujarnya.

Kedua orang tuanya alami kesulitan melarang kebiasaan aneh anak keduanya ini. Selain kerap mengamuk, tidak jarang Ridan juga menggeledah saku celana bapaknya untuk mencari kertas Rokok .

Menurut pandangan medis, perilaku memakan benda yang tidak lazim termasuk kebiasaan buruk. Selain bisa menyebabkan ketergantungan, dalam jangka panjang bisa menimbulkan penyakit berbahaya.

Sementara itu Dr Suci Dara, Dokter RS Prasetya Bunda mengatakan saat di temui wartawanI,ebiasaan buruk bisa karena kelalaian orang tua yang biasanya sering dilakukan tidak distop tidak dikasih perhatian orang tuanya "Agar tidak terulang , agar perhatikan buah hati ibu setiap tindakanya " paparnya

Kedua orang tua hanya bsa berharap bantuan dari pemerintah untuk pemulihan kondisi anaknya. Meski belum menunjukan tanda kesakitan. Namun keluarga khawatir anaknya menderita penyakit saat dewasa nanti.(Andri)

Berita Terkait