Wed,20 September 2017


FUADI PATAHKAN IMPIAN ANGGOTA DPR JADI KETUM APBMI

Indofakta 2016-10-28 16:29:20 Iptek
 FUADI PATAHKAN IMPIAN ANGGOTA DPR JADI KETUM APBMI

PADANG - Chief Executive Officer/CEO Tubagus Group Muhammad Fuadi mematahkan impian anggota DPR-RI, Capt Epiyardi Asda menjadi Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII asosiasi tersebut di Padang (28/10). 
     

Dalam pemilihan yang cukup alot itu, Muhammad Fuadi raupnya perolehan suara sebanyak 185, sedangkan rivalnya Capt Epiyardi hanya mengumpulkan 156 suara, sedangkan empat suara dinyatakan hangus.
     

Dalam Munas itu, selain memperbaharui aturan dalam AD/ART, asosiasi ini juga berhasil memilih ketua umum yang baru. Proses pemilihan ketua umum yang baru, disepakati peserta rapat dengan cara voting. Pada pemilihan calon ketua umum itu ada  nama yang mengapung, yakni Capt Epiyardi Asda dan Muhammad Fuadi.
     

Fuadi dalam visi dan misi menyatakan, membangun kemajuan APBMI se-Indonesia untuk masa depan serta kesejahteraan anggota. Rekan-rekannya untuk membangun mitra dengan Pelindo, agar semuanya bisa eksis baik Pelindo dan APBMI.
     

"Pertama masuk APBMI, punya perhatian khusus dengan cara merangkul pelaku usaha PBM utuk menggugah UU Pelayaran, dengan tujuan agar perusahaan bongkar muat bisa eksis di pelabuhan,”katanya.
     

Fuadi meminta agar anggota APBMI yang ada kini agar lebih solid, agar organisasi ini berjalan baik. Disinilah letak kekuatan APBMI, apalagi dalam menghadapi MEA ini. 
     

"Saya tidak ingin beri banyak janji pada anggota APBMI, mari berkerja bersama memajukan APBMI,”ungkapnya.
     

Terkait adanya dualisme perusahaan bongkar muat (PBM) di beberapa daerah, Fuadi akan mengupayakan menggelar musyawarah wilayah (muswil) di daerah tempak munculnya dualisme PBM.
     

"Intinya tidak ada lagi dualisme kepemimpinan di tubuh APBMI sekarang di suatu daerah," ujar Muhammad Faudi ditimpali tepuk tangan peserta munas,"imbuhnya.
     

Ketua pelaksana Munas, yang juga ketua APBMI Sumbar, Apriyatna menjelaskan, pada awalnya ada tiga nama yang mengapung sebagai calon kandidat yakni Sodik Harjono (Petahana), Muhammad Fuadi, dan Epiardi Asda.
     

Namun, pada saat menjelang proses pemilihan, satu calon yakni Sodik Harjono (Petahana) menyatakan mengundurkan diri dari bursa calon ketua umum APBMI yang disampaikannya pada saat membacakan laporan pertanggungjawaban kepengurusan APBMI 2013-2016.
     

"Sehingga proses Munas hanya dilalui oleh dua calon saja dan akhirnya dimenangkan oleh Muhammad Fuadi. Selain itu, munas juga momen islahnya anggota APBMI karena sebelumnya terjadi dualism kepimpinan,"katanya.
     

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan pemilihan para calon Ketum DPP APBMI minimal memiliki lebih kurang 50 dukungan serta menyampaikan visi dan misi.
     

"Calon Ketum harus bisa mengatasi terjadinya dualisme perusahaan bongkar muat yang terjadi di beberapa daerah,"ujarnya. (derizon)
 

Berita Terkait