7 Oct, 2026

Pemuda Medan Butuh Arah, Bukan Janji, DPD KNPI Kota Medan Soroti Kegagalan Pemko Medan Merangkul Pemuda dan Menata Kota

Indofakta.com, 2026-05-20 11:57:11 WIB

Bagikan:

MEDAN -- Memperingati 118 tahun Hari Kebangkitan Nasional, semangat Boedi Oetomo untuk menyatukan pemuda dalam membangun bangsa kembali digaungkan. Namun di Kota Medan, semangat itu kami nilai belum tercermin, terutama dalam berbagai pengambilan kebijakan.

Baca juga: ?703 Prajurit Getarkan Dermaga Belawan, TNI Kuat Bersama Rakyat ?


Karenanya, kami menilai Pemko Medan gagal menjalankan peran strategisnya dalam merangkul potensi pemuda dan menata pembangunan kota Medan secara menyeluruh.

Baca juga: Pangdam III/Siliwangi Buka Grasstrack dan Motocross Championship Piala Pangdam III/Siliwangi Ke-3 Tahun 2026


Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa dimulai dari kesadaran pemuda. Sayangnya, di Medan hari ini pemuda justru merasa diabaikan. Ruang partisipasi minim, program kepemudaan jalan di tempat, dan komunikasi antara Pemko Medan dengan komunitas pemuda putus.

Baca juga: Gotong Royong di Ujung Dermaga, Sambut HUT TNI ke - 81 Dengan Laut yang Bersih


1. Kegagalan Merangkul Pemuda

Pemko Medan belum menghadirkan ekosistem yang memberi ruang nyata bagi pemuda untuk berkontribusi. Banyak program hanya bersifat seremonial, tanpa keberlanjutan dan tanpa keterlibatan aktif komunitas, organisasi kepemudaan, dan wirausahawan muda lokal. Akibatnya, energi pemuda Medan tidak tersalurkan untuk pembangunan kota medan.

Baca juga: Jumat Berkah Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis: Pererat Silaturahmi Media dan Kepolisian


2. Kegagalan Menata Pembangunan Kota Medan di Setiap Sektor


Dari tata ruang, infrastruktur, pendidikan vokasi, hingga ekonomi kreatif, perencanaan pembangunan kota medan dinilai tidak terintegrasi dan tidak berpihak pada kebutuhan generasi muda. Kemacetan, minimnya ruang publik produktif, Tingginya tingkat Kriminalitas dan rendahnya dukungan terhadap inovasi pemuda menjadi bukti nyata lemahnya arah kebijakan.


Kota yang besar bukan hanya yang banyak proyek fisiknya, tapi yang mampu menjadikan pemudanya sebagai subjek pembangunan. Jika Pemko terus gagal melihat ini, maka Medan akan terus kehilangan generasi terbaiknya.


Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 harus dijadikan titik evaluasi serius. Pemko Medan perlu membuka dialog terbuka dengan pemuda, menyusun peta jalan pembangunan yang melibatkan Pemuda itu sendiri, dan menghentikan pendekatan top-down yang tidak lagi relevan.


Bangkitnya Medan tergantung pada seberapa serius kita menaruh pemuda di pusat kebijakan. Tanpa itu, peringatan 20 Mei hanya akan jadi seremoni tahunan tanpa makna.(dar)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online