Pematangsiantar -- Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto Sipin memberikan Kuliah Umum di Universitas Simalungun (USI).
Baca juga: Kades Sianting Anting Tewas Tabrak Lari, Pelaku Masih MisteriusKuliah umum yang berlangsung di Auditorium Radjamin Poerba Kampus USI, Jalan Sisingamangaraja Kota Pematangsiantar, Jumat (16/05/2025) siang itu dihadiri Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Wakil Wali Kota Herlina. Kuliah umum tersebut dirangkai peresmian Pusat Studi HAM USI.
Baca juga: Pemkab Simalungun Gelar Rakor HLM TP2DD Dan Evaluasi PAD Triwulan I: Dorong Peningkatan PAD Rektor USI Dr Sarintan Efratani Damanik dalam kuliah umum dengan tema 'Membangun Sinergitas Dunia Kampus dalam Penegakan HAM', menegaskan USI siap menjadi laboratorium bagi pengembangan ekonomi rakyat sekaligus pusat kajian HAM.
Baca juga: Sinergitas dengan TNI, Bupati Samosir Bersama Dandim 0210/TU Launching 30 Sumur Bor Bantuan KASAD, Wujud Kepemimpinan Kolaboratif Menjawab Kebutuhan Air Bersih"USI siap mengambil peran strategis dalam proses hilirisasi dan modernisasi ekonomi nasional. Kami ingin menjadikan kampus ini sebagai laboratorium ekonomi sekaligus laboratorium HAM yang dapat mendorong pembangunan berkelanjutan," terang Sarintan.Sarintan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamen HAM Mugiyanto Sipin.
“Kuliah umum ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa tentang pentingnya pemahaman hukum dan hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Sarintan.
Baca juga: Karnaval Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, Wali Kota Wesly dan Forkopimda Saksikan Berbagai PenampilanWamen HAM, Mugiyanto Sipin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif USI membentuk Pusat Studi HAM dan menegaskan dukungan dari Kementerian HAM."Kami siap bekerjasama dengan USI, termasuk dalam hal riset, beasiswa, dan penguatan kapasitas kelembagaan. Pembentukan Pusat Studi HAM ini adalah langkah visioner," kata Mugiyanto.Mugiyanto menerangkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 telah menetapkan hilirisasi dan modernisasi sebagai dua pilar utama pembangunan nasional. Dalam konteks ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berperan sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam pemajuan HAM."Hak asasi manusia harus menjadi pondasi pembangunan. Karena itu, kami ingin memastikan akses terhadap pendidikan dan kesehatan harus setara, serta seluruh perusahaan negara dan swasta menghormati prinsip-prinsip HAM," ujarnya.Lebih jauh, Mugiyanto mendorong perguruan tinggi lain di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya untuk mengikuti jejak USI dengan membentuk Pusat Studi HAM masing-masing.Dalam kesempatan tersebut, Mugiyanto menjabarkan empat peran strategis dunia kampus dalam penguatan HAM. Keempatnya yakni: pendidikan dan integrasi HAM dalam kurikulum; riset kolaboratif; advokasi masyarakat; serta membangun budaya kritis terhadap kekuasaan.Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH, mewakili Polres Simalungun, jajaran pimpinan USI, para dosen, dan mahasiswa. (Harianto Girsang)
Sumber:Diskominfo Pemko Pematangsiantar
Bagikan: