9 Dec, 2025

Pembinaan Terpadu Untuk Penanggulangan Penyakit ATM

Indofakta.com, 2025-02-20 12:19:35 WIB

Bagikan:

Bandung -- Komitmen pemerintah, untuk penanggulangan penyakit AIDS, TBC , Malaria (ATM) dengan tentunya didukung oleh berbagai stakeholder, terus dilakukan.

Baca juga: IBTE 2025: Platform Bisnis Terbesar untuk Industri Produk Bayi dan Mainan di Asia Tenggara

Di tahun ini, kendati dalam suasana efisiensi anggaran, program penanggulangan terus dilanjutkan.

Baca juga: APTIKNAS Dukung IISMEX 2025 untuk Wujudkan Smart City Berkelanjutan

Hal ini, diungkapkan Ketua Adinkes Jabar, dr. Alma Lucyati, M.Kes, dalam keterangannya kepada media z baru -baru ini.

Baca juga: Yuk, ‘Agak Lari Kelen’ di Gempita Kemerdekaan Run Pemko Pematangsiantar

Alma, dalam keterangannya mengatakan Adinkes merupakan Asosiasi mitra Dinkes hingga saat ini concern bekerja sama dengan pemerintah untuk mengawal program penanggulangan penyakit ATM.

Baca juga: APTIKNAS Dukung IEAE 2025 Indonesia Menjadi Pusat Pameran Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Bagi Jabar, Adinkes itu sudah tersebar di seluruh Kabupaten/Kota . Siaga penanggulangan itu harus dilakukan karena Jabar dengan penduduk terbanyak di Indonesia, tentunya dari jumlah itu penderita penyakit itu juga berpeluang tinggi pula .

Alma, dalam keterangannya mengatakan kondisi sebaran penyakit ATM, itu berpeluang terjadi di daerah kawasan kumuh dan juga kawasan industri.

"dengan kondisi itu penanganan penyakit ATM tak bisa dilaksanakan hanya melibatkan Dinas Kesehatan saja, tetapi juga dibutuhkan peran dari perangkat teknis lainnya seperti Dinas Pekerjaan Umum untuk urusan bidang permukiman.

Alma, dalam keterangannya mengatakan Penanggulangan ATM, Adinkes berkoordinasinya dengan pihak Kementerian Kesehatan dan Kemendagri. Koordinasi ini, Diperlukan untuk menyusun Perencanaan hingga penganggaran untuk penanggulangan penyakit ATM di seluruh daerah.

Dalam suasana efisiensi anggaran, penanggulangan penyakit ATM difokuskan pada  Pengobatan penderita hingga hingga sembuh .

Selanjutnya, kata Alma melalui pendekatan terpadu dan melibatkan partisipasi berbagai pihak , dapat juga menggerakkan Partisipasi semua pihak.

Partisipasi yang diharapkan, dapat menyentuh para kader sampai pelosok desa. Para kader di desa, diharapkan dapat mensosialisasikan wawasan dan pemahaman kepada masyarakat di sekitarnya untuk bisa mendeteksi terjadinya penyakit ATM di lingkungannya.

Adinkes Jabar berharap, Kabupaten/Kota dapat Membuat Standar Pelayanan Minimal ( SPM) untuk penanggulangan penyakit ATM.

Bagi Jabar, ujar Almakemitraam dengan Adinkes melalui program RSSH ATM ini memperkuat komitmen pengguatan sistem kesehatan bagi pencegahan penanggulangan ATM.(nr)

Bagikan:

© 2025 Copyright: Indofakta Online